Teknik Kilat Dalam Pembesaran Ikan Lele


Teknik Kilat Ketika Pembesaran Benih Ikan Lele – Pembesaran merupakan segmen lanjutan dari pembenihan untuk menghasilkan lele konsumsi berukuran 100-150 g/ekor atau 7-8 ekor/kg. Biasanya, para peternak cenderung memilih segmen ini karena lebih mudah, praktis, dan aman bila dibanding pembenihan.

Namun, pembesaran memerlukan biaya yang cukup besar, terutama biaya pakan. Bila peternak hanya mengandalkan pakan pelet, biayanya bisa mencapai 60-70% dari seluruh komponen biaya operasional sehingga keuntungan yang didapat relatif tipis.

Jadi, biaya pakan harus ditekan sekecil mungkin sehingga keuntungannya optimal. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menekan biaya pakan, di antaranya perendaman pelet, pakan alternatif, atau membuat pelet sendiri dengan biaya murah.

Pemberian suplemen/multivitamin dan probiotik juga bisa menjadi langkah untuk memaksimalkan fungsi pakan. Pakan alternatif yang digunakan antara lain bekicot, keong emas, maggot, atau ulat sawit. Untuk daerah yang sulit mendapatkan pakan alternatif, bisa membuat pelet sendiri yang kandungan gizinya diatur sesuai keinginan. Selain pakan, kualitas air juga berpengaruh untuk memacu pertumbuhan lele agar tetap sehat dan nafsu makannya tinggi.

Persiapan Wadah Pembesaran Ikan Lele

Pembesaran lele bisa dilakukan di berbagai wadah seperti halnya pemeliharaan ikan air tawar lainnya. Wadah yang umumnya digunakan adalah kolam tanah, beton, atau terpal yang intinya harus mudah dikelola. Tidak ada aturan baku untuk ukurannya, tetapi sebaiknya tidak terlalu besar untuk memudahkan pengelolaan dan besar kecilnya target panen yang ingin dicapai.

Sebelum digunakan, ada beberapa tindakan yang harus dilakukan terhadap kolam. Untuk kolam yang sudah lama, keringkan airnya, angkat kotoran dan lumpurnya (kolam tanah), lalu semprotkan fungisida atau desinfektan untuk membunuh jamur dan patogen. Pada kolam tanah, bisa menggunakan kapur pertanian sebanyak 20-50 g/m3 untuk meningkatkan pH air dan membunuh bibit penyakit. Untuk menetralkannya, jemur kolam selama 2 minggu, lalu isi air hingga hampir penuh, lalu biarkan selama 5-7 hari agar suhu, pH, dan oksigen air menjadi netral. 

Pakan alami juga merupakan salah satu komponen utama yang harus ada dalam pembesaran lele. Cara yang biasa digunakan untuk membuatnya adalah dengan memupuk kolam dengan kotoran ternak (ayam, sapi, atau kerbau) kering sebanyak 200-500 g/m2 yang dimasukkan ke dalam karung, lalu dimasukkan ke dalam kolam. Biarkan selama 5-7 hari agar pakan alami berkembang biak. Cara lainnya adalah dengan probiotik. Jadi, cukup menebar probiotik sesuai dosis. Pemupukan ini bisa bersamaan dengan pengapuran. 

Mendapatkan Benih Ikan Lele

Benih bisa didapatkan dari hasil pendederan sendiri atau membeli dari peternak lain, baik perorangan atau lembaga pemerintah seperti Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar. Benih hasil pembenihan/pendederan sendiri kualitasnya lebih terjamin dibandingkan dengan membeli dari peternak lain. Peternak tahu persis asal-usul induknya dan teknik pemeliharaannya.


Namun, tidak sedikit peternak yang cenderung membeli benih dari peternak pembenih lain. Membeli benih dari peternak lain harus hati-hati karena terkadang ada benih yang merupakan ‘oplosan’. Benih oplosan ini dari ukurannya terlihat sama, tetapi umurnya bisa berbeda. Jadi, ketika dipelihara atau dibesarkan, frekuensi panennya cenderung lebih sering karena pertumbuhannya terlalu bervariasi. Peternak juga harus jeli agar tidak membeli benih yang sakit karena dapat menular dan menyerang semua benih yang dipelihara di satu kolam. Untuk itu, belilah benih pada peternak yang sudah dikenal dan memiliki benih-benih berkualitas. 

Ciri Benih Ikan Lele Berkualitas 

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait kualitas dan kesehatan benih, terutama jika diperoleh dari pembenih lain. Benih yang berkualitas menjadi syarat mutlak suksesnya pembesaran. Perhatikan bentuk fisik dan pergerakan benih. Berikut ciri-ciri benih yang baik.
Sehat dan lincah.
Pertumbuhan normal.
Respon cepat.
Warna kulit cerah.
Tidak luka atau cacat.
Tidak menggantung.
Nafsu makan tinggi.
Tidak berbusa atau berlendir. 

Penebaran Benih Ikan Lele 

Benih yang akan ditebar sebaiknya dipuasakan dahulu selama 6-8 jam. Tujuannya agar tidak stres atau muntah selama perjalanan atau di kolam baru yang dapat membahayakan kelangsungan hidup benih ketika dipelihara. Waktu penebaran yang tepat adalah saat cuaca teduh. Baiknya, penebaran dilakukan pada pagi hari (pukul 06.00-09.00) atau sore hari (pukul 16.00-18.00). Hal itu terkait dengan lele yang sangat sensistif terhadap perubahan suhu atau pH air. 

Padat Tebar 

Padat tebar benih lele harus sesuai dengan luasan kolam agar ruang geraknya leluasa. Padat tebar yang tepat tidak membuat air cepat kotor, ikan lebih sehat, dan pertumbuhannya cepat. ldealnya, padat tebar untuk pembesaran antara 250-350 ekor/m3. Dengan tambahan probiotik atau antibiotik organik seperti SS-Formula, padat tebar bisa ditingkatkan hingga 500-650 ekor/m3. 

Cara Penebaran Benih Ikan Lele 

Benih yang baru datang tidak boleh ditebar langsung ke kolam karena dapat menyebabkan benih stres, lalu mati. Harus ada aklimatisasi atau penyesuaian/adaptasi terhadap lingkungan kolam baru, baik suhu atau pH airnya. Jadi, wadah packing (plastik) dimasukkan ke dalam kolam pemeliharaan yang baru sekitar 10 menit. Setelah itu, buka plastik, lalu masukkan air kolam ke dalamnya sekitar 25-30%. Biarkan selama 10 menit, lalu tenggelamkan plastik sehingga benih akan keluar sendiri dari plastik. Untuk kemasan berupa jerigen, prosesnya hampir sama seperti pada wadah plastik. 

Pemeliharaan Ikan Lele 

Pemeliharaan benih yang utama adalah memberi pakan sesuai kebutuhan sampai panen. Untuk benih yang baru ditebar, sebaiknya tidak diberi pakan sekitar 3 jam karena mash stres. Bila dipaksakan pun tidak akan banyak yang dimakan, bahkan menyebabkan air rusak. Selama 5 han pertama, sebaiknya benih hanya diberi pelet apung supaya mullah dikontrol. Pemberian pelet tidak boleh langsung banyak. Tunggu hingga kondisi fisik dan selera makan benih benar-benar pulih kembali. 

Pada hari ke-1 dan 2, benih cukup diberi pakan sebanyak 25% clan normalnya sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi han pukul 09.00 dan sore han pukul 17.00. Pada hari ke-3 dan 4, benih diberi pakan sebanyak 40-50%. Pada han ke-5, biasanya kondisi fisik benih sudah pulih dan selera makannya sudah normal kembali. Artinya, benih sudah bisa diberi pakan sesuai porsinya. 

Frekuensinya bisa 3-4 kali/hari sebanyak 3-5% dan biomassa benih yang dipelihara. Waktu pemberian pakan pada pagi hari pukul 09.00, siang hari pukul 14.00-15.00, dan malam hari pukul 20.00-22.00 atau disesuaikan dengan jadwal. Untuk memaksimalkan penyerapan pakan, sebaiknya pelet diseduh dahulu sebelum diberikan. 

Selain pelet, pakan lain yang bisa diberikan pada benih bisa berupa bekicot, keong emas, maggot, cacing tanah, ikan rucah, usus ikan, usus ayam, limbah pembuatan pindang, atau sawi putih. Sebelum diberikan, ada perlakuan agar hasilnya baik. Bekicot, keong emas, dan usus ayam direbus dahulu. Frekuensi pemberian pakan alternatif bisa 1-2 kali sehari, yaitu pada pagi hari pukul 09.00 dan malam hari pukul 19.00-21.00. 

Teknik Mempercepat Pertumbuhan 

Pada usaha pembesaran lele, untuk memacu pertumbuhannya tidak bisa hanya mengandalkan pakan. Oleh karena itu, perlu siasat dengan meningkatkan fungsi pakan melalui berbagai usaha seperti perendaman pelet, pemberian probiotik, pemberian suplemen, atau dengan bantuan teknologi pengolahan air agar kualitasnya terjamin. Dengan demikian, ikan menjadi sehat, nafsu makannya tinggi, dan ikan cepat besar. 

Suplemen/Vitamin Pemicu Pertumbuhan 

Salah satu cara untuk meningkatkan fungsi pakan adalah dengan pemberian suplemen, yaitu makanan tambahan yang mengandung zat-zat bernutrisi dalam bentuk kapsul, tablet, bubuk, atau cairan yang berfungsi sebagai pelengkap kekurangan zat gizi. Fungsi utamanya adalah menjaga stamina ikan tetap prima, meningkatkan metabolisme dan daya tahan tubuh, serta membantu mengatasi stres pada lele. Suplemen yang bisa diberikan pada ikan dapat berupa multivitamin dalam bentuk bubuk atau cair, seperti premix aquavita, tiger-bac, susu bubuk, gula, atau curcuma. 

Probiotik Maksimalkan Fungsi Pakan 

Penggunaan probiotik dengan dosis yang tepat dapat meningkatkan fungsi dan efisiensi pakan secara optimal. Pertumbuhan lele lebih optimal dan biaya pakan bisa ditekan sekecil mungkin. Probiotik bisa diberikan melalui pakan atau air. Aplikasi probiotik pada pakan sama halnya dengan aplikasi suplemen pada pakan.

Pakan Berprotein Hewani Tinggi

Selain memberi suplemen, probiotik, memanfaatkan teknologi, pemberian pakan dengan kadar protein tinggi juga bisa mempercepat pertumbuhan lele. Makanan yang mengandung lemak dan protein tinggi bisa diperoleh dari ayam mati, telur yang gagal menetas dari peternakan ayam, usus ayam, kulit ayam, ikan-ikanan, keong mas, bekicor, kerang-kerangan. Bagi peternak yang tinggal di daerah yang berlimpah sumber makanan seperti didekat pantai, bisa membeli ikan runcah dengan harga murah atau gratis, sehingga bisa menekan biaya pakan.

Untuk meningkatkan pertumbuhan, darah ternak bisa digunakan sebagai campuran dalam pakan lele. Hal itu karena kandungan proteinnya yang tinggi, yaitu di atas 50%. Pakan pelet yang sudah ada dilumatkan dahulu, lalu ditambahkan adonan marus (darah yang sudah digumpalkan). Adonan marus yang ditambahkan cukup 15-20% dari jumlah pakan yang akan digunakan. 

Teknologi Sederhana 

Cara lain yang bisa digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan ikan adalah dengan menjaga kualitas air.Teknologi sederhana yang bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan kualitas air adalah aerator, blower, atau pompa sirkulasi yang akan meningkatkan kadar oksigen dalam air. Untuk menjaga suhu air tetap stabil bisa menggunakan water heater (pemanas air elektrik). Sebaiknya, penggunaan water heater mengikuti perubahan suhu sehingga menghemat penggunaan listrik. Misalnya pada malam hari suhu akan berubah setelah tengah malam menjelang subuh. Jadi, water heater bisa mulai digunakan setelah pukul 22.00 malam dan dimatikan pada pukul 05.00 pagi. Air akan hangat kembali karena sinar matahari.

Manajemen Air

Air yang kualitasnya terjaga dengan baik akan membuat ikan sehat, ikan yang sehat memiliki selera makan yang tinggi sehingga lebih cepat besar. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas air, yaitu dengan pengurasan, pengenceran air, penyaringan, peningkatan kadar oksigen, dan sirkulasi air. Pengurasan dilakukan secara berkala, sesuai dengan penurunan kualitas air. Pengenceran air bisa dilakukan dengan pemberian probiotik atau dibuang sebagian dan ditambah air baru sebanyak air yang dibuang. Meningkatkan kadar oksigen air bisa dilakukan dengan cara menguras air, menggunakan aerator atau mendaur ulang air dengan cara penyaringan. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »