Tips dalam Pengepakan dan Pengangkutan Bibit Lele yang Baik


Salam sukses petani lele Indonesia, selamat datang kepada para pengunjung dan terimakasih sudah mengunjungi blog saya, saya berharap semoga tulisan ini dapat memberi banyak manfaat kepada para pembaca. Kali ini saya mengetengahkan beberapa tips Pengepakan dan Pengangkutan Bibit Lele.

Bagi anda yang baru menjalankan usaha budidaya pembesaran lele atau anda yang ingin bergelut dengan si ikan berkumis alias ikan lele anda perlu memperhatikan cara Pengepakan dan Pengangkutan Bibit Lele agar bibit yang di angkut dari tempat pembenihan tidak mudah stres dan mati.

Jika anda tidak ingin direpotkan dengan kegiatan pembenihan, anda dapat langsung membeli benih lele yang berukuran 3-5 atau 5-7 dari pengusaha pembenihan atau pengusaha pemijahan di kampung anda. Yang perlu anda lakukan seyogyanya menyiapkan kolam pembesaran terlebih dahulu dan buat jadwal kapan benih akan di tebar. Jika kolam telah siap, maka benih dapat ditebar. Berikut Tips dalam Pengepakan dan Pengangkutan Bibit Lele yang Baik yang perlu anda simak.

  • Sebelum pengiriman, puasakan benih selama beberapa jam, dan pemberian pakan terakhir sebelum dipuasakan dicampur dengan supplement plus imunostimulan untuk daya tahan tubuh.
  • Jika benih di tempatkan dalam kolam tanah yang luas kira-kira 5m2 maka. Lakukan penangkapan benih dengan jaring halus secara perlahan dan hati-hati agar benih tidak terlalu stres.
  • Pengangkutan bibit dalam jerigen memang lebih praktis dan tidak membutuhkan oksigen tambahan seperti halnya dalam kantong plastik. Namun kepadatan bibit dalam jerigen perlu diperhatikan, untuk jerigen dapat menampung bibit lele ukuran 3 -5 tidak lebih dari 100 ekor/10 liter air.
  • Air yang digunakan dalam pengangkutan harus benar-benar steril dan mengandung oksigen yang cukup. Suntikan oksigen bebas dengan aerator sebelum air dimasukkan jerigen.
  • Jangan gunakan antibiotik jenis apapun sebagai dopping atau alasan untuk mengurangi timbulnya buih pada air, karena justru dengan pembekalan antibiotik tersebut, bibit akan kebal dan pertumbuhan terhambat dalam kolam pembesaran. Lebih aman digunakan larutan imunostimulant yang bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh ikan dan mengurangi timbulnya buih yang menandakan ikan stress. larutan imunostimulant bekerja seperti halnya imunisasi bagi tubuh bayi manusia.
  • Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan pada sore hari, setelah bibit atau benih sampai dilokasi atau dikolam pembesaran maka sebelum bibit ditebar lakukan aklimatisasi benih.
  • Jika anda mengangkut benih dengan kantong plastik maka, kantong plastik yang berisi benih di masukkan ke kolam biarkan selama 15-20 menit buka pengikat kantong plastik kemudian air kolam dimasukkan secara perlahan kedalam kantong plastik, kantong plastik dibiarkan terbuka agar benih bisa keluar dengan sendirinya. Benih yang tidak keluar dari kantong plastik dituang secara perlahan kedalam kolam. Setelah benih ditebar ke kolam dan benih sudah menyebar dengan gerakan aktif diberi pakan sesuai bukaan mulut ikan.
Demikian pembahasan Tips dalam Pengepakan dan Pengangkutan Bibit Lele yang Baik, semoga bermanfaat. Kepada para cendikia jika dalam tulisan ini terdapat kekeliruan, mohon masukannya agar tulisan ini banyak manfaatnya bagi para petani khususnya ikan lele.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »