Tahapan Kerja pada Pemijahan Alami


Secara umum Tahapan Kerja pada Pemijahan Alami meliputi persiapan kolam, seleksi induk, dan pemijahan alami itu sendiri. berikut Tahapan Kerja pada Pemijahan alami.

Persiapan Kolam

Kolam terpal atau beton bisa digunakan sebagai wadah pemijahan. Ukurannya disesuaikan dengan ruang gerak induk ketika memijah. Idealnya, ukuran kolam pemijahan adalah 2 m x 2 mx 0,7 matau 2 mx3 mx 0,7 muntuk 2-3 pasang induk.

Kolam pemijahan diisi air dengan ketinggian 30 cm. Setelah itu, masukkan kakaban sebanyak 3 buah menyebar di dasar kolam dengan panjang 80 cm dan lebar 30 cm. Sebelum itu digunakan, kakaban dibersihkan dengan air, lalu tiriskan airnya.Tindih kakaban dengan batu. Untuk pemijahan buatan, kakaban tidak diperlukan, cukup diberi hapa yang ukurannya sama dengan ukuran kolam penetasan.

Seleksi Induk Lele

Tidak semua induk siap dipijahkan, walaupun secara kasat mata terlihat memenuhi kriteria induk siap pijah. Jadi, perlu dilakukan seleksi dahulu sehingga peternak tidak terkecoh dengan penampilan fisik indukan lele yang hanya sekadar buncit. Yang penting, induk telah berumur di atas 1 tahun dan bobotnya minimal 1 kg. Pada proses penyeleksian induk, ada beberapa tahapan kerja yang harus dilakukan.
  1. Untuk mengurangi lemak dan membuat telur matang, induk hanya diberi pelet (protein 30-40%) 1 kali sehari selama 7 hari sebelum pemijahan.
  2. Puasakan induk selama 24 jam.
  3. Seleksi dilakukan pada saat siang menjelang sore dan dekat dengan waktu pemijahan sehingga induk tidak terlalu stres.
  4. Kolam induk disurutkan hingga 3-5 cm. Pilih induk siap pijah yang berukuran relatif sama dengan perbandingan jantan dan betina 1 : 1/1 : 2/1 : 3.
  5. Agar tidak luka, serok indukan dengan serokan halus, lalu pindahkan ke wadah lain. Jaga induk agar tidak lompat dan luka karena bisa menyebabkan induk tidak mau memijah. Ambil induk betina yang perutnya buncit, bila diusap terasa lembut, dan kelaminnya menonjol kemerahan.
  6. Ambil induk jantan yang bentuk tubuhnya paling bagus dan proposional. Kelaminnya terlihat besar, bengkak, dan memerah.
  7. Untuk memastikan induk matang gonad, lakukan tes jari. Usap sirip punggungnya dari atas ke bawah. Bila sirip punggungnya berdiri dan responnya cepat, induk siap dipijahkan.
  8. Pilih dan pisahkan beberapa induk yang siap pijah, selanjutnya induk bisa dipijahkan, balk secara alami, semi-alami, atau buatan.

Proses Pemijahan Alami

  1. Bersihkan kolam pemijahan, isi air setinggi 20-30 cm.
  2. Masukkan kakaban sebanyak 3 buah, lalu tindih dengan pemberat (batu), agar tidak bergerak.
  3. Masukkan induk ke kolam pemijahan dengan hati-hati antara pukul 16.00-18.00.
  4. Tutup kolam dengan, jaring atau penutup lainnya agar induk tidak lompat keluar. Jangan ganggu induk yang sedang memijah karena dapat menyebabkan kegagalan memijah.
  5. Pemijahan akan terjadi pada pukul 24.00 sampai subuh. Induk betina akan mengeluarkan telurnya dan jantan mengeluarkan spermanya di dalam air. Setelah itu akan terjadi proses pembuahan atau fertilisasi alami.Telur akan menempel pada kakaban dan tersebar di dasar kolam.Telur terbuahi berwarna bening, yang gagal berwarna putih beras.
  6. Pada pagi hari pukul 06.00-07.00, kakaban dipindahkan ke kolam penetasan atau bisa juga dibiarkan di kolam pemijahan untuk penetasan.
  7. Kakaban dibalik agar penetasan sempurna, lalu ditindih dengan pemberat. Bila tidak ada masalah, telur akan menetas 24 jam kemudian. Pada suhu panas, penetasan bisa lebih cepat 1-2 jam. Pada udara dingin seperti musim hujan, penetasan bisa mundur 3-8 jam.
  8. Setelah telur menetas selama 1-2 hari, kakaban diangkat pada pagi atau siang hari, dibersihkan, lalu disimpan untuk digunakan pada pemijahan berikutnya.
  9. Larva yang baru menetas biasanya menumpuk atau bergerombol di dasar kolam yang teduh atau ada perlindungan. Pada hari ketiga, larva biasanya sudah berwarna hitam dan mulai berpencar mencari makan.

Demikian Tahapan Kerja pada Pemijahan Alami, ada baiknya anda menyesuaikan dengan londisi tempat anda agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »