Tips Untuk Manajemen Kolam Tanah




Manajemen kolam tanah sangat diperlukan terutama bagi anda yang ingin membudidayakan ikan jenis lele. Kolam tanah dapat anda buat pada pekarangan rumah anda. Kebanyakan orang yang menggunakan kolam tanah ini adalah mereka yang tinggail didaerah perkampungan sebab lahan tanah masih dapat dijumpai. Dibanding dengan jenis kolam ikan yang lainnya, kolam tanah mempunyai keuntungan tersendiri. Sebab tanah merupakan sebuah tempat tumbuh dan berkembang organisme. Dengan adanya organisme ini maka akan bermanfaat untuk makanan alami untuk para ikan.
Selain itu biaya untuk membuat kolam tanah juga jauh lebih murah dibanding dengan kolam jenis yang lainnya. Tentunya anda membutuhkan sebuah manajemen kolam tanah. Berikut ini cara manajemen untuk kolam tanah.


Pengeringan Kolam
Untuk dapat melakukan manajemen kolam tanah langkah pertama adalah anda harus mengeringkan kolam dan menjemur dasar kolam. Waktu yang diperlukan untuk penjemuran adalah 4 sampai dengan 7 hari tergantung dari cuaca serta bagaimana jenis dari tanah tersebut. Penjemuran ini bertujuan untuk menghilangkan gas beracun yang berada didasar kolam tersebut. Selain itu cara ini juga dilakukan untuk memutuskan siklus hidup dari hama dan penyakit yang ada dikolam tersebut. Pengeringan ini akan membuat mikroorganisme pathogen menjadi mati.
Untuk mengetahui jika proses pengeringan sudah maksimal adalah terdapat retakan pada tanah dan bekas injakan dari kaki anda hanya menyisakan kedalaman sekitar 1 cm. Dan jangan biarkan tanah kering hingga keras menjadi batu.

Membajak Tanah
Selanjutnya anda dapat membajak maupun mencangkul dasar kolam tersebut jika sudah kering. Anda dapat membajaknya hingga kedalaman 10 cm. Hal ini berfungsi agar tanah mengalami pembalikan dan menjadi gembur. Jika ada lumpur hitam didasar kolam ketika anda sedang membajak tanah tersebut maka anda harus mengangkatnya. Sebab akan mengandung gas beracun dan menimbulkan bau busuk. Selain itu anda juga harus memeriksa bagian pematangan maupun tanggul. Jika terdapat kebocoran dan rusak anda harus segera menambalnya. Dasar kolam juga harus dibersihkan dari sampah anorganik serta batu kerikil.

Pengapuran Kolam Tanah
Anda harus menetralkan kembali kolam tanah yang akan dijadikan kolam ikan. Sebab biasanya kolam yang sudah bekas dipakai tanahnya mempunyai keasaman yang meningkat dan menyebabkan pH tanah menurun. Cara menetralkannya adalah dengan menggunakan kapur pertanian atau bisa juga dengan dolmit. Keasaman untuk perkembangan ikan yang ideal adalah dengan pH 7-8. Pengapuran disertakan dengan pengelolaan tanah. Tanah yang sudah dibajak disatukan dengan kapur dan diaduk sampai rata. Sebaiknya kedalaman untuk kapur tercampur dengan tanah adalah 10 cm. Jika sudah anda dapat membiarkannya hingga 3 hari.

Pemberian Pupuk
Untuk memupuk tanah anda dapat menggunakan pupuk organik sebagai pupuk dasar. Anda dapat mencampurkannya dengan pupuk kimia dan penyubur tanah yang lain jika merasa masih kurang. Pupuk organik ini sangat diperlukan agar kesuburan tanah dan kembali menjadi lebih baik. Anda dapat menggunakan pupuk kandang maupun pupuk kompos sebanyak 1-2 ton untuk tiap hektarnya. Dan diamkan selama 2 minggu hingga akhirnya kolam siap untuk diisikan air.

Penggenangan Kolam
Langkah terakhir adalah dengan menggenangi kolam menggunakan air dan caranya harus secara bertahap. Pertama diisi dengan air sebanyak 10-15 cm dan diamkan selama 2-3 hari. Jika sudah berwarna hijau tambahkan air hingga mencapai 70-75 cm dan anda dapat menebarinya dengan benih ikan lele.

Manajemen Kolam Tanah
  • Setiap anda selesai panen, bersihkan tanggul pada kedua nisi dengan cara dikepras miring dengan cangkul dan sebarkan tanah keprasan pada tengah kolam. Jika terdapat tanggul yang bocor atau berlubang sumbat dengan tanah dipermukaan kolam yang sudah dilumatkan dan tutup dengan tumit sampai padat isinya. Lapisi tanggul dengan tanah baru yang sudah dilumatkan.
  • Pada sekitar pintu air, dasar tanggul harus dipadatkan.
  • Bersihkan caren dari timbunan lumpur, sampah, dan bahan yang mengendap lainnya. Kemudian buat caren yang baru sesuai ukurannya yang semula atau dapat juga diperbaiki kembali.
  • Ganti saringan air yang sudah rusak atau cukup dengan diperbaiki dan pasang kembali saringan tersebut.
Sekian beberapa tips untuk manajemen kolam tanah.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »