FAKTOR Penting dalam Budidaya Lele Sistem Booster





Budidaya lele sistem booster relatif sangat efektif, dengan hasil panen melimpah dan berkualitas. Metode budidaya ini sangat memudahkan dalam pemeliharaan air, menekan kebutuhan pakan, menjaga kesehatan ikan lele, menekan risiko gagal panen dan meningkatkan keuntungan atau profit. Untuk keberhasilan cara beternak lele ini, apa saja yang harus diperhatikan?

Sarana dan manajemen budidaya
Berbagai langkah bisa menunjang keberhasilan dalam budidaya lele, dengan sistem booster. Apa saja yang harus Anda perhatikan?
  1. Membangun konstruksi kolam dengan sistem booster
  2. Manajemen kualitas air dan dasar kolam
  3. Manajemen pakan, untuk memastikan pakannya berkualitas
  4. Manajemen kesehatan ikan lele, sekaligus pengendalian pathogen


Manajemen air

Air adalah media yang sangat penting dalam budidaya lele. Karenanya harus sangat mengamati dalam pemilihan air dan menjaganya tetap mendukung perkembangan ikan. Anda harus memelihara kebersihan di dasar kola. Sehingga ekosistem kolam bisa terjaga dengan baik. Desain central drain sangat tepat diterapkan sebagai kontruksi kolam. Karena bahan organik bisa terkumpul di titik tengah, kemudian kaan lebih gampang dibuang.

Sebaliknya, kalau sistem biofloc, bahan organik justru dimanfaatkan sebagai suspensi, sehingga tidak dibuang. Karenanya, memerlukan penambahan alat berupa aerator dan penyuplai unsur carbon, seperti molase. Manajemen yang diterapkan pada sistem booter, peternak harus membuang kotoran dengan rutin.

Caranya dengan membuka central drain dalam waktu tertentu. Sehingga kotoran bisa dan airnya terlihat bersih. Setelah itu bisa menutupnya kembali. Aktivitas utamanya adalah membuang kotoran saja, jadi tidak diwajibkan untuk mengganti air dalam volume besar. Dominasi plankton bisa diterapkan saat pengelolaan air yang melimpah. Sedangkan kalau airnya terbatas, bisa menerapkan sistem dominasi bakteri Photosintetic Bacteria (PSB).

  • Dominasi Plankton
Kalau air kolam berwarna hijau, sebagai pertanda fitoplankton berklorofil mendominasi air. Sifatnya lebih stabil dengan perubahan cuaca dan lingkungan. Sebab waktu mortalitasnya lebih panjang. Sedangkan kalau air kolamnya berwarna kecoklatan, sebagai pertanda zooplankton berjenis diatomae sudah mendominasi air.

Jenis plankton tersebut berfungsi sebagai penyuplai pakan alami untuk ikan lele. Dengan begitu ikan relatif bisa lebih cepat pertumbuhannya. Kalau pengelolaan tersebut tidak cermat, maka kualitas air bisa berubah-ubah. Sehingga bisa mengakibatkan ikan merasa tidak nyaman.

  • Dominasi bakteri Photosintetic Bacteria
Air kolam akan terlihat berwarna kemerahan. Sebagai pertanda kalau Photosintetic Bacteria sudah mendominasi air. Bakteri ini bisa berkembang, karena derajat keasaman air menurun, kelarutan oksigen menurun dan bahan organiknya semakin meningkat. Bakteri tersebut memiliki kemampuan berfotosintesis, tanpa membentuk molekul dari oksigen.

Manajemen pakan
Kebutuhan pakan sangat besar dalam budidaya ikan lele. Tapi dengan menerapkan sistem booster ini, anggaran untuk membeli pakan bisa dipangkas. Karena dengan metode budidaya ini bisa menekan kebutuhan pakan. Dengan begitu, risiko gagal panen juga bisa dicegah, sekaligus meningkatkan margin keuntungannya.

Pemberian pakan bisa menerapkan prinsip adlibitum. Maksudnya adalah pemberian pakan, agar pakan tersebut selalu tersedia di dalam kolam. Jadi seperti dengan keadaan aslinya di alam. Anda harus mengatur frekuensi pemberian pakan dengan tepat. Sekaligus menambahkan multivitamin atau suplemen booster. Supaya pakan bisa lebih mudah dicerna oleh ikan lele.

Termasuk bisa meningkatkan sistem antibodi ikan lele. Dengan begitu, ikan tidak mudah terserang penyakit. Ikan lele juga bisa tumbuh dengan maksimal, dengan kualitas yang sangat bagus. Inilah kenapa diperlukan manajemen pemberian pakan yang benar. Karena pengaruhnya sangat besar, bagi perkembangan ikan. Sehingga, Anda bisa mendapatkan hasil panen ikan yang melimpah.

Manajemen kesehatan ikan
Kesehatan ikan lele harus terpantau dengan rutin. Karena itu, dibutuhkan berbagai langkah tepat dalam pemantauannya. Perawatan air harus diterapkan dengan baik. Dengan begitu dominasi probiotik dan patoghennya lebih mudah dikendalikan. Cara yang bisa ditempuh adalah dengan membuang kotoran secara teratur, menggunakan antiseptik agar air lebih steril dan menebarkan probiotik di keesokan harinya.

Selain itu, Anda harus menjaga kondisi keasaman air atau pH air tidak berubah-ubah dengan fluktuatif. Saat lingkungan berada dalam kondisi ekstrem, pemberian vitamin C dan immunostimulan sangat disarankan. Inilah berbagai faktor yang harus diperhatikan, saat menerapkan metode Budidaya lele sistem booster.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »