Bagaimana Cara Manajemen Pemeliharaan Lele Pada Periode Pembesaran?


Tentunya anda ingin mengetahui bagaimana manajemen pemeliharaan lele pada periode pembesaran bukan. Tentunya hal ini bagian yang sangat ditunggu-tunggu oleh para budidaya ikan lele. Karena ketika memasuki periode pembesaran maka ikan lele akan siap untuk dipanen. Untuk dapat mengetahui bagaimana manajemen pemeliharaan lele pada periode pembesaran anda perlu memperhatikan beberapa faktor berikut ini.



Jenis Pakan
Ketika memasuki periode pembesaran jenis pakan untuk ikan lele perlu diperhatikan. Terdapat 2 jenis pakan ikan yang digunakan oleh para pembudidaya ikan lele. Yang pertama adalah dengan menggunakan makanan pokok yaitu pelet ikan. Pelet ikan yang biasanya digunakan adalah tipe 781, 781-2, 781-SP, dan FF999. Cara yang kedua adalah dengan pakan tambahan yang berasal dari limbah peternakan, limbah ikan, ikan sisa tangkapan nelayan, limbah pemotongan hewan, bekicot, hingga keong mas. Selain dapat menghemat biaya anda dalam pemberikan pakan ikan, anda juga dapat meningkatkan tingkat pertumbuhan lele pada periode pembesaran ini.

Memberikan Suplemen
Manajemen pemeliharaan lele pada periode pembesaran yang selanjutnya adalah dengan memberikan suplemen untuk dapat membuat ikan lele mempunyai selera makan yang lebih meningkat. Suplemen ini dapat berupa madu, susu, ataupun gula yang dapat campurkan dengan pelet ikan. Ukuran takaran untuk setiap suplemen adalah 1 sendok makan untuk 1kilogram pelet. Untuk suplemen pada ikan lele pada saat periode pembesaran anda dapat memberikannya setiap hari. Dengan demikian proses pembesaran akan semakin cepat. Namun tidak ada salahnya juga jika anda memberikannya secara berkala atau selang-seling.

Pola Pemberian Pakan
Semakin besar ukuran ikan lele maka semakin besar pula takaran pakan untuk ikan lele tersebut. Meskipun pola pemberian pakan ini sama halnya ketika masa pembibitan, tentunya porsi yang dibutukan jauh lebih banyak. Untuk memberikan pakan untuk ikan lele ketika pada periode pembesaran cukup hanya 3 sampai dengan 4 kali dalam sehari, diantaranya pagi hari dari jam 07.00-09.00, sore hari pada jam 16.00-17.00 hingga malam hari pada jam 20.00-22.00

Banyaknya Jumlah Pakan Yang Diberikan
Meskipun petunjuk yang diberikan belum terlalu jelas mengenai berapa banyak jumlah pakan yang diberikan untuk ikan lele pada periode pembesaran, namun pakan yang anda berikan untuk ikan lele tidak boleh kurang dari 10% dari beratnya. Memang member ikan secara sering maka ikan akan tumbuh besar semakin cepat, tetapi tidak boleh memberikannya secara berlebihan. Sebab akan menimbulkan resiko air menjadi lebih cepat keruh dan anda harus lebih sering menguras air dan mengganti air untuk sebagian. Tapi jika anda menggunakan kolam terpal dan sumber air berasal dari salurang irigasi maka anda tidak perlu mengganti airnya sampai nanti anda panen ikan lele tersebut.

Melakukan Kontrol
Cara ini bersifat sangat wajib apabila anda ingin usaha budidaya ikan lele ini berjalan dengan lancar dan sukses. Dengan melakukan kontrol untuk ikan lele anda akan lebih mendapat kepastian apakah usaha yang anda lakukan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana atau tidak. Selain itu anda juga akan mengetahui masalah apa saja yang terjadi, mulai dari kolam, pakan, air, hingga ikan lele sendiri. Dan bagaimana anda melakukan sebuah tindakan dalam mengatasi masalah tersebut. Diperlukan sebuah ketekunan untuk dapat melakukan budidaya ikan lele hingga periode pembesaran.

Menguras Kolam
Untuk menguras kolam anda tidak perlu melakukannya secara tiap hari. Hanya perlu melakukan 3 sampai dengan 5 hari sekali sampai anda memasuki waktu panen. Sebab semakin lele memasuki periode pembesaran maka lele akan lebih kuat secara fisik dan memiliki daya tahan yang lebih tinggi.

Menyortir Ulang
Manajemen pemeliharaan lele pada periode pembesaran adalah dengan menyortir ulang lele dengan waktu yang berkala. Waktu untuk melakukan penyortiran adalah 10 sampai dengan 2 minggu sekali. Cara ini dilakukan agar tetap terjaganya ikan dalam memperoleh makanan yang seimbang serta mendapatkan ukuran yang sama pada setiap lele. Jika ukuran mengalami tidak sama maka ikan lele yang kecil akan lebih beresiko untuk dimakan ikan lele yang lebih besar. Maka harus dilakukan penyortiran dengan memindahkan ikan kekolam pembesaran yang terpisah berdasarkan ukuran dari lele tersebut. Dengan demikan anda dapat melakukan manajemen pemeliharaan lele pada periode pembesaran dengan baik.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »