Cara Pembesaran Ikan Lele dengan Cepat


Budidaya pembesaran ikan lele adalah salah satu bisnis yang memberikan keuntungan cukup besar dan mudah dijalankan. Inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk melakukan budidaya ikan lele. Tidak dipungkiri bahwa budidaya ikan lele lebih diminati masyarakat dibanding dengan budidaya ikan tawar lainnya karena berbagai alasan. Selain memiliki prospek bisnis yang bagus, masih ada berbagai keuntungan lainnya yang bisa di dapatkan dari budidaya ikan lele, diantaranya adalah:
·         Masa pemeliharaan lebih singkat
Masa pemeliharaan ikan lele memang lebih singkat dari masa pemeliharaan ikan lainnya. Untuk menghasilkan lele yang siap jual, waktu pembesarannya hanya membutuhkan waktu 2-3 bulan. Sedangkan ikan tawar lainnya membutuhkan masa pemeliharaan yang relatif lebih lama. Sebagai perbandingan, ikan nila membutuhkan waktu 5-6 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi dan siap jual, sedangkan ikan gurame membutuhkan waktu yang lebih lama lagi, yaitu lebih dari satu tahun.
·         Pemeliharaan sederhana
Pemeliharaan ikan lele juga tergolong sederhana. Alat dan bahan yang digunakan untuk budidaya juga mudah ditemukan di sekitar kita.
·         Mendapat keuntungan lebih cepat
Selain memberikan keuntungan yang menjanjikan, siklus perputaran uang juga terjadi lebih cepat. Hal itu karena masa pemeliharaan ikan lele yang tergolong singkat. Meskipun demikian, namun budidaya ikan lele membutuhkan ketelatenan agar bisa mendapat keuntungan sesuai yang diharapkan.
·         Benih ikan mudah diperoleh dan murah
Dibandingkan dengan ikan tawar lainnya seperti ikan gurame, nila dan emas, harga benih ikan lele tergolong lebih murah. Tidak hanya itu, benih ikan lele juga mudah diperoleh di setiap daerah.
Teknik Pembesaran Ikan Lele
Setelah mengetahui berbagai keuntungan dari budidaya ikan lele, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara pembesaran ikan lele dengan benar. Untuk menghasilkan ikan lele yang siap jual, waktu yang dibutuhkan adalah 3 bulan. Lalu apa saja yang harus diperhatikan? Berikut ini informasinya:
·         Pemilihan bibit
Pilihlah bibit lele yang berkualitas dan tahan terhadap serangan penyakit. Jenis ikan lele yang banyak dibudidayakan oleh petani adalah jenis ikan lele dumbo dan sangkuriang. Kedua jenis ikan lele ini memang dikenal mampu tumbuh dengan cepat. Untuk ukuran, sebaiknya pilih benih ikan lele yang sudah sebesar ibu jari.
·         Pemilihan pelet
Pelet atau pakan ikan lele juga harus diperhatikan kandungannya. Pilihlah pelet yang mengandung protein tinggi agar lele bisa tumbuh dengan cepat.
·         Jadwal memberi makan
Agar lele tumbuh dengan cepat, jadwal memberi makan juga perlu diperhatikan. Umumnya memberi pakan lele dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari. Namun untuk melakukan pembesaran lele dengan cepat, intensitas pemberian pakan harus ditingkatkan menjadi 3 kali sehari. Namun pemberian pakan tidak boleh asal dan harus ada ukurannya. Sebaiknya beri pakan lele dengan perbandingan 1:½:1, yang berarti pemberian pakan pada pagi hari 1, siang ½, dan sore hari 1.
·         Pemilihan kolam
Sebagian besar petani lele menggunakan kolam terpal. Karena menggunakan kolam terpal mempunyai beberapa kelebihan, yaitu mudah di atur dan penggantian air juga mudah dilakukan.
·         Penggantian air
Selama 3 bulan masa pembesaran, sebaiknya ganti air sebanyak satu kali pada 1 ½ bulan setelah penebaran. Hal ini bertujuan agar ikan lele tidak mudah mati. Intensitas pemberian makan yang sering akan membuat air cepat keruh dan mengakibatkan ikan banyak yang mati.
·         Menjaga kesehatan ikan
Agar proses pembesaran ikan lele bisa berjalan dengan baik, gunakan probiotik untuk menjaga kesehatan ikan.

Share this

Related Posts

First