BUDIDAYA LELE: DARI PENGATURAN AIR SAMPAI BIBIT YANG BERNUTRISI


Membesarkan ikan lele sebenarnya gampang-gampang-susah. Memerlukan banyak cara dan juga perlakuan yang pas agar ikan lele nantinya dapat dipanen dalam kondisi yang sehat dan berkualitas tinggi. Berikut ini adalah beberapa cara agar lele dapat tumbuh besar dan sehat:

Bibit Lele Menentukan Kesuksesan Budidaya Ikan Lele Yang Gemuk dan Sehat

Di tahap pemilihan benih, usahakan untuk memilih benih yang berkualitas sebab nantinya akan berpengaruh pada kesuksesan bisnis ikan lele Anda. Beli bibit lele yang berkualitas karena pasti akan memiliki ketahanan tubuh yang prima. Rekomendasi tipe lele yang prima adalah lele sangkuriang. Ikan lele jenis sangkuriang akan memiliki badan yang relative besar dan berisi.

Pastikan lele yang dibeli memiliki tubuh yang sehat, tidak memiliki cacat dan tidak berjamur. Hindari pemilihan bibit lele yang terlalu kecil. Daya tahan yang dimiliki oleh ikan lele yang kecil tidak bisa dipastikan. Standarnya adalah ambil lele dengan ukuran sekitar 5-7cm dan pasti selama 3 bulan akan didapat lele siap konsumsi.

Pemilihan Pakan untuk Lele

Anda dituntut untuk jeli dalam menentukan jenis pakan terhadap bibit lele. Pakan dikatakan baik apabila jumlah pakan lebih kecil dibandingkan dengan rasio tumbuhnya daging. Makin kecil perbandingan jumlah pakan, makin berkualitas juga pakannya. Selain itu, juga perlu pakan tambahan untuk bibit lele Anda.

Untuk bibit lele yang berumur 1 hingga 4 hari, kuning telur merupakan panganan yang tepat untuk bibit lele tersebut. Sedangkan untuk makanan pendampingnya, biarlah plankton yang tumbuh di kolam menjadi pakan pemberi nutrisi tambahannya.

Untuk bibit lele yang berumur 5-15 hari, cacing darah merupakan pakan yang tepat. Selain itu, cacing sutra juga bisa menjadi alternatifnya.

Pelet Ikan

Pelet ikan dapat diperkenalkan kepada bibit lele yang sudah berumur 15 hingga 25 hari. Pelet yang dianjurkan adalah pellet serbuk. Memberi pakan utama baiknya pada sore atau malam hari saat ikan lele sedang aktif-aktifnya. Porsi dalam memberi pakan pada lele adalah 4 sampai 5 kali dalam sehari. Berikan pakan secukupnya, apabila lele mulai malas untuk makan, segera hentikan pemberian makan. Pakan utama kepada kolam haruslah mengandung protein hewani, lemak, karbohidrat, dan juga vitamin. Pintar-pintar juga memilih pakan yang beredar di pasaran. Di samping memberi pakan yang utama, memberi pakan tambahan juga amat dibutuhkan untuk meminimalkan biaya dalam membeli makan. Sebelum memberi makan pada ikan lele, awali dengan mencincang daging keong mas atau bangkai ayam sampai halus. Pakan tambahan tidak kalah dalam hal nutrisi dibanding pakan utama. Dalam memberi pakan lele pastikan untuk tidak telat ataupun kurang dalam hal porsinya.

Untuk bibit lele yang telah berusia 25 hari sampai 1 bulan, pakan berupa pellet F-1000 dapat menjadi alternatifnya. Pemberian pakan berupa pellet F-1000 diberikan sekitar 3 kali dalam sehari.

Untuk bibit lele yang berusia 30-40 hari, pakan yang tepat adalah dengan memberikan pellet F-999. Lele yang berukuran sekitar5-6 sudah mampu kita dapatkan di periode waktu ini.

Itu adalah beberapa tahap yang harus Anda pastikan dalam membudidayakan khususnya memebesarkan ikan lele. Hal-hal diatas merupakan saran dan juga berbagai inspirasi yang mungkin bisa Anda aplikasikan agar mendapatkan lele yang berkualitas. Lele yang gemuk dan sehat tentunya akan membuat bisnis Anda dalam budidaya ikan lele menjadi lebih laris dan membuat bisnis Anda semakin dikenal oleh banyak pelanggan. Tetap belajar dan Semoga sukses!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »